Baru

6/recent/ticker-posts

“Corona; Energi dalam Bersedekah”

       
Munculnya sebuah wabah yang kemudian menyerang kehidupan masyarakat global yakni coronavirus disease 2019 (covid-19), mengharuskan setiap orang untuk tetap berada di rumah. Berbagai aktivitas kehidupan oleh kebijakan pemerintah diorientasikan pelaksanaannya dirumah masing-masing, hal ini tentu memiliki pengaruh yang besar terhadap dinamika industri, pendidikan dan dimensi lainnya.

Di sisi lain stay at home menjadi sebuah ancaman bagi kehidupan masyarakat seperti petani, pedagang kaki lima dan semisalnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dikarenakan terhambatnya aktivitas pekerjaan. Hal ini harusnya menjadi bagian dari prioritas pemerintah selain melawan virus dengan berbagai intstrumen kebijakan, aksentuasi perhatian pemerintah terhadap rakyat terkait persoalan ekonomi juga sangatlah penting.

Hadirnya covid-19 sebagai ujian dari tuhan dalam kehidupan kita, selain menjadi bahan permenungan secara personal atas segala kemaksiatan ataupun keserakahan yang pernah dilakukan juga merefleksikan akan hubungan sosial kita dengan mempertanyakan konsep persaudaraan kita; ukhuwah islamiyah, basariyah dan insaniyah. Aapakah hakikat persaudaraan itu sudah diwujudkan atau mungkin hanya diimplementasikan dalam bingkai ashabiyah saja. Thomas aquines seorang filsuf abad bertengahan dalam prespektif ontologis mengatakan cara berada berkaitan dengan cara bertindak (the act of being), artinya kualitas pribadi seseorang tergantung dari aktualisai dirinya dalam masyarakat. Apakah pantas membiarkan saudara dalam kesusahan dan kelaparan sedangkan kita bergelimpangan harta? Allah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 195:
وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Referensi: https://tafsirweb.com/715-quran-surat-al-baqarah-ayat-195.html
وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Referensi: https://tafsirweb.com/715-quran-surat-al-baqarah-ayat-195.html
وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Referensi: https://tafsirweb.com/715-quran-surat-al-baqarah-ayat-195.html
وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Referensi: https://tafsirweb.com/715-quran-surat-al-baqarah-ayat-195.html
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.

Covid-19 juga harusnya menjadi energi dalam bersedekah di tengah kondisi seperti ini yakni kekuatan ataupun gairah dalam membantu sesama serta menepis rasa kikir sebagai sebuah penyakit kebatinan. Jika wahyu yang tertulis belum cukup menggerakan jiwa untuk melirik saudara (membantu) maka corona adalah wujud wahyu tak tertulis yang dikirim tuhan serta dibenarkan sains akan eksistensinya harus menjadi dorongan atau kekuatan untuk membantu antar sesama yang katanya terikat dengan tali persaudaaraan. Apalagi dengan datangnya bulan suci ramadhan dimana amal setiap perbuatan dilipat gandakan maka bersedaqah bagi yang mampuh adalah hal yang tidak pantas dihindari.

Kemudian, sebagai bentuk ikhtiar terhadap diri sendiri, konsep sedekah yang diimplementasikan haruslah sesuai dengan apa yang digambarkan dalam Q.S. Al-Isra ayat 29:
وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ ٱلْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا
"Dan janganlah engkau menjadikan tanganmu terbelengguh pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal".

Oleh karenanya mari wujudkan rasa persaudaraan atara sesama manusia, seiman, maupun sebangsa salah satunya dengan memperbanyak bersedekah di tengah pandemi saat ini sebagai bukti kecintaan terhadap nilai-nilai humanisme, sebagaimana Karl Max (1818-1883) seperti yang dikutiup oleh Erich From (1900-19980) mengatakan bahwa “Cinta tidak hanya terletak dalam kata-kata. Cinta hanya bermakna dalam perbuatan nyata”.
Sekian, Wassalam.
Penulis: Faisal S. Sangaji

Posting Komentar

0 Komentar